17th December 2014

Inilah Cara Daftar Asuransi Kesehatan JKN

September 30th, 2014 Cat: Tips & Trik Asuransi with No Comments »

Bagaimana caranya daftar asuransi kesehatan JKN?

Sistem asuransi kesehatan, yang dikenal dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), berlaku per 1 Januari 2014. Cara pendaftaran mudah saja.

Terhitung per 1 Januari 2014, JKN akan menjadi bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yg mulai dilaksanakan di seluruh Indonesia.

JKN, menurut pemerintah, merupakan sistem asuransi sosial yang melindungi semua penduduk Indonesia untuk memeroleh layanan kesehatan bermutu dan terjangkau.

Pelaksanaannya akan dimulai dengan Provinsi DKI Jakarta.

“Jakarta merupakan barometer di Indonesia. Kalau di provinsi DKI Jakarta sudah melaksanakan, pastinya provinsi lainnya akan segera menyusul,” tutur Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam acara Pencanangan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional di Provinsi DKI Jakarta di RSUP Fatmawati, Rabu (1 Januari 2014), yang dihadiri oleh Gubernur DKI Joko Widodo.

Dipastikan menjadi peserta adalah masyarakat tidak mampu yang masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI), anggota TNI Polri dan pensiunannya, Pegawai Negeri Sipil dan pensiunannya, peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek.

Bagi yang belum terdaftar bisa mendatangi Kantor Pusat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan (sebelumnya bernama kantor PT ASKES) terdekat mulai 1 Januari 2014.

Setiap penduduk wajib menjadi peserta JKN.

Yang perlu dipersiapkan untuk mendaftar JKN adalah fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, serta satu lembar foto ukuran 3 kali 4.

Setelah itu membayar iuran yang sesuai dengan pelayanan kesehatan yang diinginkan, yakni iuran per bulan masing-masing Rp 25.500 agar bisa mendapatkan layanan kelas tiga, Rp42.500 untuk layanan kelas dua, dan Rp59.500 untuk kelas satu.

Bila ingin dirawat di VIP atau VVIP, tinggal membayar biaya co-sharing sisanya.

Dengan membayar JKN berarti menjalankan prinsip kegotongroyongan. Peserta yang mampu membantu yang tidak mampu, peserta yang berisiko rendah membantu peserta yang berisiko tinggi, dan peserta yang sehat membantu yang sakit.

Info lebih lanjut hubungi Halo Askes (BPJS) 500400, Halo Kemkes 500567, atau mengunjungi www.depkes.go.id/jkn.

7 Hal yang Menyebabkan Kenapa Klaim Asuransi Anda Ditolak

September 30th, 2014 Cat: Tips & Trik Asuransi with No Comments »

Apa saja penyebab klaim asuransi ditolak?

Tentunya tidak ada seorang pun yang ingin mengalami kecelakaan. Namun, terkadang meskipun telah berhati-hati, kecelakaan dapat datang tanpa diduga. Untuk dapat melindungi kendaraan dan diri sendiri dari kerugian finansial yang muncul akibat kecelakaan, umumnya orang-orang membeli asuransi.

Namun, bukan berarti setelah memiliki asuransi maka semua akan baik-baik saja. Bisa saja pengajuan klaim Anda ditolak oleh perusahaan asuransi, walaupun Anda telah mengikuti prosedurnya dengan benar. Hal-hal apa sajakah yang menyebabkan pengajuan klaim Anda ditolak?

Berikut ini adalah tujuh hal yang menyebabkan klaim Anda ditolak sebagaimana yang dikutip dari HarianJogja.com.

  1. Tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)
  2. Mabuk
  3. Menerobos lampu lalu-lintas
  4. Mengebut
  5. Pengemudi tidak tercantum dalam polis asuransi
  6. Kendaraan digunakan untuk balapan atau berdagang
  7. Kendaraan diparkir sembarangan

Semoga informasi tentang penyebab klaim asuransi ditolak yang kami sajikan di atas dapat memberikan manfaat. Sekian dan terima kasih.

5 Hal yang Harus Diperhatikan Bila Ingin Pindah Perusahaan Asuransi untuk Kendaraan

September 30th, 2014 Cat: Asuransi Kendaraan with No Comments »

Apa saja yang harus diperhatikan bila kita ingin pindah perusahaan asuransi untuk kendaraan?

Ketika akan membeli sebuah asuransi kendaraan bermotor, Anda pasti akan mencari yang termurah dan fasilitas yang terbaik. Karena itu, Anda mungkin akan berkeliling dan menyurvei semua perusahaan asuransi yang ada.

Begitu pula halnya ketika Anda sudah memiliki satu perusahaan asuransi dan merasa tidak puas dengan perusahaan asuransi tersebut, Anda tentu akan mencari perusahaan asuransi lain yang lebih baik.

Karena itu, hal utama yang Anda cari adalah perlindungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi. Fokuskan pencarian Anda di setiap perusahaan asuransi hanya pada fitur yang Anda inginkan, dalam hal ini adalah jenis perlindungan yang diberikan. Berikut ini adalah tips dari situs insureme.com untuk melakukan perpindahan perusahaan asuransi dengan lancar.

1. Review kebutuhan Anda
Anda mungkin sudah mendapatkan perlindungan sesuai dengan polis yang diberikan di perusahaan lama. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda bisa mendapatkan perlindungan yang lebih luas di perusahaan baru. Karena itu, pastikan di perusahaan yang baru tersebut Anda mendapatkan seluruh perlindungan seperti yang tertera di polis asuransi.

Jika tidak, berarti Anda justru mengalami kemunduran dibandingkan perusahaan asuransi sebelumnya. Jangan lupa untuk melakukan perbandingan antara perusahaan lama dengan perusahaan baru.

2. Ketahui perusahaan di tempat baru
Jika Anda ingin berganti perusahaan asuransi karena alasan pindah ke daerah yang baru, berarti Anda harus mencari perusahaan asuransi yang memiliki kantor cabang di daerah tersebut.

Anda jangan mengajukan aplikasi ketika masih berada di kota lama, sebab bisa jadi di daerah baru nanti tidak memiliki kantor perusahaan asuransi itu, atau perusahaan asuransi yang diinginkan ternyata tidak meng-cover daerah tersebut.

Jika Anda pindah daerah tapi tetap ingin menggunakan jasa dari perusahaan asuransi yang lama, pastikan juga bahwa perusahaan asuransi tersebut memiliki cabang dan memberikan perlindungan di daerah baru tersebut.

3. Evaluasi perusahaan asuransi yang baru
Ketika mencari perusahaan asuransi yang baru, jangan lupa untuk menanyakan kepada teman-teman mengenai rekomendasi perusahaan asuransi yang bagus. Jangan lupa juga untuk melihat review mengenai perusahaan yang diinginkan di Internet.

4. Cari yang baru dulu
Sebelum Anda memindahkan asuransi kendaraan ke perusahaan asuransi yang baru, pastikan Anda sudah mendapat perusahaan yang baru terlebih dahulu.

Ketika Anda sudah mendapatkan asuransi kendaraan di perusahaan yang baru, bolehlah Anda meninggalkan perusahaan asuransi yang lama.

Karena itu, jika Anda sudah berniat untuk pindah ke perusahaan asuransi yang baru, Anda bisa memulai mencari perusahaan asuransi yang baru sekitar dua bulan sebelum polis di perusahaan yang lama habis.

5. Denda
Ketika Anda ingin berpindah ke perusahaan asuransi yang baru, perhatikan dulu perjanjian yang ada di polis asuransi lama. Beberapa perusahaan asuransi mengenakan denda bagi pelanggan yang menghentikan asuransinya sebelum kontraknya habis.

Umumnya, polis asuransi Anda memberlakukan minimum kontrak satu tahun. Jika Anda menghentikan kontrak di tengah-tengah, Anda bisa kena denda sekitar 10 persen dari harga polis tahunan. Jika Anda terkena denda, berarti Anda tidak menghemat uang dengan berpindah perusahaan.